Posted March 28, 2016 by Humas Kimia in Informasi

Seri Kuliah Umum FMIPA ITB 2016 – Prof. Zeily Nurachman, D.Sc.

Seri Kuliah Umum FMIPA ITB 2016

27 Februari 2016
Auditorium Campus Center Timur ITB

 

Memanen Cahaya, Menghasilkan Minyak

Zeily Nurachman
(zeily@chem.itb.ac.id)

Kelompok Keilmuan Biokimia
Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam
Institut Teknologi Bandung

 

Sinar matahari memerlukan waktu 8,3 menit dari permukaan matahari menuju bumi. Tak kurang dari 174 ribu terawatt energi dari sinar matahari tersebut, sekira 70% diserap oleh bumi (atmosfer, lautan dan daratan) dan sisanya 30% dipantulkan kembali ke ruang angkasa. Energi matahari keseluruhan yang diserap bumi sekira 3,8 exajoule per tahun (EJ, 1 EJ = 1018 J = 278 terawatt). Dari jumlah energi tersebut, fotosintesis pada tanaman menyerap 3 ribu EJ per tahun yang setara dengan pembentukan 1010 ton karbon terasimilasi untuk menompang segala kehidupan di muka bumi. Peran tanaman air khususnya mikroalga (fitoplankton) sangat penting dalam mentransformasi energi matahari menjadi karbon terasimilasi yang menyediakan pangan bagi rantai kehidupan bumi karena 70% permukaan bumi merupakan perairan. Mikroalga (yang berukuran beberapa mikron hingga ratusan mikron) melakukan setengah aktivitas fotosintesis dan produksi oksigen di bumi. Habitat mikroalga tersebar di air laut, air payau, dan air tawar. Tidak seperti tanaman tingkat tinggi, mikroalga tidak memiliki akar, batang dan daun. Pertumbuhan mikroalga sangat cepat dan produktuktivitas miyaknya sangat tinggi. Eksplorasi mikroalga laut tropis Indonesia untuk menghasilkan minyak akan dibahas rinci dalam presentasi. Kelak, minyak dari mikroalga (minyak laut) diharapkan dapat bersaing dan menggantikan minyak sawit.