Kuliah Kimia dan Masyarakat Seri 1: Peran Ilmu Kimia Dalam Dunia Keprofesian

Kuliah Kimia dan Masyarakat Seri 1: Peran Ilmu Kimia Dalam Dunia Keprofesian

Kuliah Kimia Masyarakat yang dilaksanakan pada hari Jumat, 01 Maret 2024 berkesempatan menghadirkan pembicara bernama Nandang Solihin. Beliau merupakan mahasiswa program studi Kimia ITB pada tahun 1986 dan lulus pada tahun 1991. Saat ini beliau bekerja sebagai CEO di PT. Karya Nadiso Utama yang berfokus kepada produksi furniture dan instrumen berbasis riset. Semasa kuliah, Pak Nandang aktif di berbagai organisasi seperti HMK โ€˜AMISCAโ€™ ITB, Ketua Beasiswa Supersemar, Ketua Imapa dan kegiatan lainnya.

Pak Nandang bercerita tentang awal mulai terjun di dalam dunia bisnis yang diwarnai berbagai hal, terutama kegagalan. Beberapa bisnis yang dijalani gagal seperti berbisnis beras, ayam, dan juga pertambangan. Berkat kegagalan itu dan mampu belajar dari kegagalan tersebut pada akhirnya Pak Nandang berfokus di dalam bisnis furniture dan instrumen berbasis riset. Dalam hal ini, poin utama yang ingin disampaikan adalah dalam hidup, tidak boleh ada ketakutan untuk gagal. Justru kita perlu belajar dari kegagalan agar hari esok bisa dijalani dengan lebih baik.

Rasio kewirausahaan Indonesia di tingkat ASEAN hanya tercatat sebesar 3,47% yang sangat jauh dibawah Singapura yang mencapai 8,76% dan hal tersebut yang memotivasi Pak Nandang untuk berbisnis atau menjadi entrepreneurship. Pak Nandang juga tidak lupa untuk membagikan pengalaman kepada para mahasiswa tentang cara untuk menentukan peta hidup seseorang. Menurut Pak Nandang, langkah pertama untuk membuat peta jalan kehidupan adalah dengan mengenal diri sendiri. Dengan mengenal diri sendiri kita akan lebih mudah menentukan langkah selanjutnya. Ingin meniti karier sebagai seorang profesional di bidang tertentu atau menjadi seorang entrepreneur. Selanjutnya, tentukan target terdekat, target menengah hingga target jangka panjang dan mulai untuk belajar kepada orang-orang yang benar sesuai dengan tujuan hidup kita. Dengan hal seperti itu maka kita akan mendapatkan pengalaman, pelajaran hidup dan tentunya semangat untuk terus berkarya. Bagi Pak Nandang, hidup yang sehat itu adalah kombinasi dari badan yang sehat, pikiran yang baik dan semangat yang selalu ada. Namun, hal tersebut tidak akan cukup jika tidak diiringi oleh sifat istiqomah atau fokus yang terjaga.

Dalam proses mengenal diri sendiri, tentu kita harus terhindar dari beberapa stigma yang terbangun di masyarakat. Beberapa stigma yang justru malah menghambat perkembangan seseorang seperti antara introvert dan ekstrovert, single fighter dan berkelompok, spesialis dan generalis, mulai atau menunggu dan lain sebagainya. Hal tersebut harus dihindari karena antara sifat introvert dan ekstrovert juga tetap bisa sukses. Orang dengan kepribadian introvert juga bisa bersosialisasi dan menjadi presiden seperti Barack Obama. Justru yang harus diperhatikan adalah kemampuan berkomunikasi, motivasi diri, kemampuan digital dan teknologi, ibadah dan lain sebagainya. Selanjutnya dalam membangun karier, hal-hal yang harus diperhatikan adalah mengetahui path hidup selanjutnya, tahu bagaimana cara mencapainya dan fokus pada tujuan. Jika terdapat kegagalan seperti yang sudah disebutkan sebelumnya, maka perlu memiliki keinginan untuk belajar dan tidak mudah menyerah. Selain itu, perlu adanya kemampuan untuk berjejaring, kreatif dan inovatif. Jika ingin menjadi seorang entrepreuner maka perlu untuk menyiapkan entitas usaha sehingga usaha yang dijalani memiliki legalitas. Tentukan produk sehingga dapat dengan mudah menentukan segmen pasar yang ingin dituju. Susun organisasi semaksimal mungkin dan kualitas manusia yang terbaik. Buat rencana bisnis dan jangan lupa bayar pajak.

Di kondisi yang semakin hari semakin tidak pasti, Pak Nanang menyarankan kepada para pemuda yang hadir di dalam kuliah ini untuk berani, berani bermimpi untuk mencapai cita-cita kemudian berani hidup sehingga bisa tahan banting dan tidak mudah menyerah. Selain itu perlu berani beraksi sehingga mimpi-mimpi yang diimpikan dapat terwujud dan berani untuk mati. Berani untuk mati disini diartikan bahwa kita harus rajin beribadah. Dengan motivasi bahwa kita harus kaya pun bukan untuk memperkaya diri sendiri melainkan untuk dapat membantu orang banyak. Sebelum penutupan, Pak Nanang membagikan beberapa kisah inspiratif ย dan suatu permainan. Permainan tersebut dinamakan Game Cita-Cita dengan konsep peserta menuliskan cita-cita masa kecil, saat SMA, sekarang dan 10 tahun kedepan agar sesuai dengan visi hidup yang dimiliki. Diskusi dan sharing dari Pak Nandang Solihin ini memberikan wawasan baru bagi mahasiswa peserta kuliah bahwa peran ilmu kimia dalam dunia keprofesian sangat luas dan banyak manfaatnya untuk pengembanganย  ilmu kimia dan kualitas diri untuk membantu orang lain. [Muhammad Abdulloh]

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *