Home

Menu Utama
Kelompok Keilmuan
Who's Online
We have 16 guests online
Login Form



Bruker Open Lab Indonesia 2014 (18-22 August 2014)
Written by Administrator   
Tuesday, 24 June 2014 07:00


Venue: Institut Teknologi Bandung
(Basic Science A), Jl. Ganesha 10, Bandung

Partners of IUCr-UNESCO for Open Lab Indonesia: BRUKER

Lecturers: Prof. Effendy (UM)
Dr. Bambang Prijamboedi (ITB)
Dr. Nguyen Thanh-Ha (Bruker AXS, Germany)

Workshop fee: FREE

Description:

Bruker AXS, Chemistry Dept. of Institut Teknologi Bandung (ITB) and Chemistry Dept. of Universitas Negeri Malang (UM) collaborate to organize a workshop named Bruker Open Labs in conjunction with the celebration of International Year of Crystallography 2014. This workshop is officially endorsed by International Union of Crystallography (IUCr) and UNESCO with the purpose of promoting crystallography in Indonesia, covering crystallographic research and teaching. In this event, Bruker AXS will generously loan its bench-top SC-XRD, named SMART-X2S. Total of 30 participants has been selected from 61 registered candidates to participate in the workshop. This event provides opportunities to experience at first hand the instrument and its refinement software (APEX2Suite).

OC-Website: http://goo.gl/ssYHzX

For information of other Open Labs by IUCr in the world, see: http://iycr2014.org/openlabs

 



Last Updated on Wednesday, 23 July 2014 04:29
 
Dua Prodi Terakreditasi RSC Lakukan Studi Banding
Written by Reporter-fmipa   
Wednesday, 04 June 2014 02:38
There are no translations available.

 

Bandung, 17 Mei 2014, jurusan Kimia Universitas Gajah Mada (UGM) Jogjakarta melakukan kunjungan ke Prodi Kimia ITB. Kunjungan ini bertujuan sebagai wahana sharing di berbagai bidang ilmu kimia. Proses pembelajaran, program mata kuliah, kurikulum terbaru, peralatan laboratorium, serta kegiatan non akademik mahasiswa menjadi topik hangat dalam acara tersebut.

Rombongan sejumlah 50 orang disambut di Ruang Kuliah 2104 Gedung Kimia Baru ITB oleh Dr. Bunbun Bundjali selaku Ketua Program Studi S-1 Kimia ITB. “Sebenarnya, tidak ada perbedaan kentara antara Kimia ITB dan Kimia UGM. Sebab keduanya baru saja menerima akreditasi yang sama dari RSC,” tutur Dr. Bunbun Bundjali.

RSC (The Royal Society of Chemistry) merupakan sebuah lembaga akreditasi profesional yang bernaung di Inggris Raya dengan fokus pengembangan bidang kimia. Akreditasi ini diberikan kepada program studi kimia universitas setelah lolos proses survei dan penilaian ketat. Di Indonesia, Kimia ITB dan Kimia UGM mendapatkan akreditasi tersebut pada Maret 2013 lalu.

Adanya kunjungan ini diharapkan dapat melengkapi program yang telah dicanangkan agar lebih terarah dan efektif. Taufik Abdillah Natsir, S.Si., M.Sc., Dosen Kimia UGM yang mendampingi kunjungan berpendapat, “Mari kita ambil yang bagus-bagusnya di sini (ITB-red) untuk diadaptasi di Kimia UGM.” 

Arief Rahman, selaku Ketua Himpunan Mahasiswa Kimia UGM menambahkan, “Ternyata masih banyak perbedaan di antara keduanya, terutama program fast-track untuk mahasiswa yang ingin langsung melanjutkan program magister dan pendanaan tugas akhir. Hal itu yang belum ada di Kimia UGM.” Namun, Dr. Bunbun Bundjali berharap, “Semoga dari kunjungan ini dapat memperbaiki masing-masing menjadi lebih baik. Mari kita majukan bidang kimia bersama-sama.” [IPM-RRP]

 

Last Updated on Wednesday, 04 June 2014 05:32
 
Sehari Mengenal Prodi Kimia ITB
Written by Reporter-fmipa   
Wednesday, 21 May 2014 05:43
There are no translations available.

Bandung chem.itb.ac.id – Pada tanggal 7 Mei 2014 Program Studi Sarjana Kimia ITB bekerja sama dengan Himpunan Mahasiswa Kimia ‘AMISCA’ ITB mengadakan acara Open House Kimia untuk mahasiswa Tahap Persiapan Bersama (TPB) FMIPA angkatan 2013. Acara ini bertujuan untuk lebih mengenalkan bagaimana proses pembelajaran, praktikum, hingga penelitian di prodi kimia sebelum tahap penjurusan gelombang ketiga.

Acara dibagi menjadi dua sesi, yakni: sharing alumni dan touring laboratorium. Ratusan peserta didistribusikan ke empat ruangan berbeda, yaitu di Ruang 2104 dengan pembicara Nandang Solihin dari Nadiso Group berbicara mengenai entrepreneurship di bidang kimia. Di ruang Laboratorium Biokimia Dasar bersama narasumber Ali Hamid, Dinas Provinsi ESDM (bidang energi) dengan tema: Mengapa Kimia Penting?, sedangkan di Laboratorium Kimia Fisik dengan pembicara Rayane menyajikan topik kimia di bidang industri, serta di Laboratorium Kimia Organik dengan narasumber Hafziardhi, bidang surfaktan dan Johannes Silaen, membahas peran kimia di Oil & Gas Industry.

“Proses orientasi mengenai jurusan biasanya terlalu statis, sehingga tahun ini Prodi Kimia ITB sengaja mengemasnya lebih interaktif. Mereka akan diajak mendengarkan kisah pengalaman alumni Kimia ITB selama berkuliah dahulu, bagaimana gambaran dunia kerja pasca kampus, serta tour lab,” tutur Dr. Deana Wahyuningrum, dosen Kimia Organik Prodi Kimia ITB.

Setelah sesi sharing alumni, peserta diajak berkeliling melihat bagaimana suasana laboratorium-laboratorium penelitian di Prodi Kimia ITB. Peserta mengambil rute Lab. Kimia Organik, Lab. Kimia Anorganik, Lab. Kimia Fisik, Lab. Analitik, hingga berakhir di Lab. Biokimia. Tanggapan peserta mengenai acara ini cukup positif.

“Acaranya ramai, menarik masuk ke laboratorium kimia, bisa melihat alat dan bahan-bahan unik. Setelah acara ini, semoga mahasiswa yang akan dijuruskan bisa memilih program studinya dengan lebih matang,” pungkas Vania, mahasiswa FMIPA 2013.(IPM)

Last Updated on Wednesday, 21 May 2014 05:45
 
Kunjungan UNP ke Prodi Kimia ITB
Written by Reporter-fmipa   
Wednesday, 21 May 2014 05:39
There are no translations available.

Bandung, chem.itb.ac.id – Mahasiswa-mahasiswa Jurusan Kimia Industri Universitas Negeri Padang (UNP) melakukan kunjungan ke Prodi Kimia ITB pada tanggal 14 April 2014. Kunjungan ini bertujuan sebagai studi banding di bidang proses pembelajaran, program mata kuliah, kurikulum terbaru, hingga kelengkapan peralatan laboratorium, baik pendidikan maupun penelitian.

Rombongan sejumlah 35 orang disambut oleh Dr. Bunbun Bundjali, Ketua Program Studi Sarjana Kimia ITB di Ruang 1318 Gedung Kimia Baru ITB. “Kami selalu terbuka terhadap studi banding dari universitas lain. Banyak perubahan di Prodi Kimia ITB saat ini, baik berupa infrastruktur dan perlengkapan laboratorium yang lebih lengkap, hingga kurikulum terbaru,” tutur Dr. Bunbun Bundjali.

Beliau menampilkan presentasi mengenai profil jurusan kimia secara lengkap. Diselingi sesi interaktif berupa tanya jawab dari para dosen dan mahasiswa UNP kepada pihak Kimia ITB membuat acara semakin menarik.

“Di ITB jelas berbeda dengan UNP. Terutama dari segi suasana belajar juga SDM, yakni dosen. Di sini (ITB-red) memiliki dosen-dosen yang profesional dan berkualitas. Bahkan, hampir semuanya lulusan S-3. Namun, dari segi peralatan, hampir sama dengan yang ada di UNP,” pungkas Ananda Putra, S.Si, M.Si, dosen Kimia Fisik UNP yang ikut serta dalam kunjungan tersebut.

Kunjungan ini ditutup dengan melakukan tour laboratorium yang dipandu oleh perwakilan mahasiswa Kimia ITB. “Semoga melalui kunjungan ini dapat tercipta kerjasama dan integrasi program studi kimia di seluruh universitas di Indonesia,” pungkas Dr. Bunbun Bundjali. [IPM]

Last Updated on Wednesday, 21 May 2014 05:42
 
Total Integrated Week : Sustainable Development and Alternative Energies
Written by Ihsan Budi Rachman   
Monday, 25 November 2013 00:00
There are no translations available.

 

Bandung, chem.itb.ac.id - Kelompok Keilmuan Kimia Anorganik dan Fisik bekerjasama dengan Total E&P Indonesie kembali menyelenggarakan seri kuliah Integrated Week. Selama seminggu penuh Senin – Jum’at 18-22 November 2013, sebanyak 50-an mahasiswa mengikuti kuliah yang berjudul “Sustainable Development & Alternative Energies”. Seri kuliah ini disampaikan oleh Francois Teillard dari Total Professeurs Associes (TPA) Prancis.

Kuliah tersebut merupakan bagian program Corporate Social Responsibility TPA sejak dibentuk 2001. TPA telah menjembatani industri perminyakan dan dunia akademik dengan mengirimkan para ahli dari Total untuk berbagi mengenai perkembangan terkini dunia perminyakan ke berbagai penjuru dunia.

Dalam kuliah ini Teillard menyampaikan materi dengan interaktif, di tiap akhir pembahasan ditampilkan video yang berhubungan dengan materi yang dibahas. Peserta sangat antusias dengan cara ini, apalagi di tiap harinya peserta diminta menyampaikan pertanyaan atau kesimpulan tertulis, sehingga memicu untuk berfikir.

Selain dikenalkan pengertian teori pembangunan berkelanjutan dan azas 3M dan 3E, disampaikan pula tren kebutuhan energi penduduk dunia skala global dengan ketersediaan saat ini dan perkiraan ke depannya.

Jumlah sumber energi yang terbatas menjadikan minyak, gas dan batu bara perlu dikurangi konsumsinya dan mencari serta beralih memakai sumber energi lain yang dapat diperbaharui yaitu energi nuklir, energi angin, energi matahari, energi arus laut, energi biomassa, energi panas bumi, dan fuel cell hidrogen.

Di akhir sesi kuliah, diberikan ujian untuk melihat penyerapan dan pemahaman para mahasiswa terhadap materi yang telah diberikan sejak hari pertama. Pada sesi penutupan oleh Prof. Ismunandar dan Deden Supriyatman (Total Indonesia) dibagikan pula sertifikat pada para mahasiswa yang berhasil dalam ujian ini.

 

 

Last Updated on Sunday, 19 January 2014 14:20
 
More Articles...
« StartPrev12345678910NextEnd »

Page 1 of 16
Indonesian (Indonesia)English (United Kingdom)

Berita ITB


Berita Kimia ITB 

July 2014
M T W T F S S
30 1 2 3 4 5 6
7 8 9 10 11 12 13
14 15 16 17 18 19 20
21 22 23 24 25 26 27
28 29 30 31 1 2 3

Related