|
Who's Online |
|
We have 8 guests online |
|
|
Seminar Kimia : “A total Scattering Approach to Understanding Vacancy Ordering in Solid Electrolytes” |
|
Written by Asep Rohiman
|
|
Thursday, 28 February 2013 06:34 |
|
There are no translations available.
Ilustrasi : Foto Dr. Isaac Abrahams dan hasil penelitiannya (Asep Rohiman)
Bandung, 19 Februari 2013. Acara seminar ini diselenggarakan oleh Kelompok Keilmuan (KK) Kimia Fisik dan Anorganik FMIPA ITB dan wajib dihadiri oleh mahasiswa sarjana dan pasca sarjana yang sedang dan atau akan melaksanakan penelitian tugas akhir, khususnya bagi yang mengambil matakuliah Penentuan Struktur Anorganik yang diasuh oleh Prof. Dr. Ismunandar. Seminar ini bertujuan untuk membekali mahasiswa (peserta), pengetahuan mengenai material oksida dan aplikasinya. Pemateri pada seminar ini adalah Dr. Isaac Abrahams, dari Materials Research Institute, School of Biological and Chemical Sciences, Queen Mary University of London, UK. Beliau juga menjadi dosen tamu pada mata kuliah Penentuan Struktur Anorganik selama beberapa hari berturut-turut dalam seminggu. Dr. Isaac Abrahams menjelaskan dengan penuh semangat bahwa elektrolit padatan berbasis Bismut Oksida merupakan kelompok material yang sangat penting karena mempunyai konduktivitas ion oksida yang sangat tinggi baik pada suhu menengah maupun tinggi. Banyak penelitian pada sistem ini difokuskan pada komposisi yang menunjukkan struktur tipe δ-Bi2O3, khususnya pada stabilisasi konduktivitas bentuk struktural yang sangat tinggi, oksida bismuth stabil hanya di atas ca. 730 ° C. Stabilisasi ini dapat terjadi melalui pembentukan larutan padat dengan oksida lainnya. Substitusi Bi3+ oleh kation isovalent, seperti logam - logam tanah jarang, menyebabkan berbagai fase tergantung dari jari - jari kation yang disubtitusikan dan tingkat substitusi. Oleh karena itu perhatian atas penerapan elektrolit berbasis oksida bismut pada sel bahan bakar oksida padat (SOFCs) telah terbukti memiliki potensi besar pada bidang ini. Dalam penelitian ini digambarkan penggunaan hamburan neutron total oksida bismut diganti Yb3+. Pendekatan hamburan keseluruhan melibatkan pemodelan baik Bragg maupun hamburan diffuse untuk memberikan gambaran yang lebih lengkap baik dari susunan panjang maupun struktur lokal. Pemodelan kebalikan mone carlo digunakan untuk memodelkan data hamburan yang menghasilkan model tiga dimensi dari sekitar 10.000 atom. Mencari celah dalam model struktural untuk mengungkapkan posisi kekosongan dari tingkat kekosongan yang lebih rinci. “Berdasarkan hasil penelitian ini menunjukkan dominasi tingkat kekosongan, dengan hampir tiga kekosongan per sel. Konsentrasi kekosongan meningkat sehubungan dengan Bi2O3 karena adanya konsentrasi tinggi dari cacat Frenkel” jelas, Dr.Isaac Abrahams. (a_rohiman)
|
|
|
Prodi Kimia Dukung Misi ITB Melalui Proses Akreditasi Internasional RSC |
|
Written by Asep Rohiman
|
|
Wednesday, 30 January 2013 04:04 |
|
There are no translations available.
 Ilustrasi : Foto acara wisudaan ITB dan beberapa logo badan akreditasi internasional profesi/program studi. Akreditasi adalah suatu pengakuan dan jaminan bahwa program studi yang memilikinya memenuhi standar kualitas pendidikan yang ditetapkan dunia kerja, yang dalam hal ini diwakili oleh asosiasi profesi atau badan akreditasi baik nasional maupun internasional yang relevan. Semua program studi di ITB sudah terakreditasi BAN PT termasuk prodi kimia (A) kecuali program studi baru. Bahkan sebagai bukti kesungguhan ITB untuk menjadi ‘World Class University’ beberapa program studi sudah dan sedang dalam proses akreditasi internasional seperti tampak di bawah ini. 
Sumber : presentasi rektor ITB temu awal semester 2 - 2012/2013 Akreditasi ini juga merupakan jaminan bagi para pengguna lulusan bahwa mereka merekrut lulusan yang sudah siap menghadapi segala tantangan, mudah beradaptasi, dan profesionalisme di dunia kerja/industri. Status akreditasi program studi adalah salah satu pertimbangan yang digunakan berbagai lembaga sertifikasi untuk menyeleksi calon penerimanya. Dari sisi Perguruan Tinggi, ketentuan yang berlaku pada badan akreditasi baik nasional maupun internasional juga menjadi penuntun untuk menyusun struktur mekanisme assessmen, kurikulum, evaluasi, dan peningkatan kualitas pembelajarannya. Program studi kimia sendiri secara tegas menetapkan misi dan program kerjanya untuk mendukung ITB secara penuh menjadi “Top University” di dunia. Oleh karena itu, secara sistematis prodi kimia lebih giat membangun kelengkapan infrastruktur, staf akademik dan non akademik serta menghidupkan atmosfer akademik dan riset yang kondusif dengan mengadakan instrumen kimia yang baru, seperti : ICP-AES, NMR, PCR, Mass Spectroscopy, dan lain-lain. Hal ini disertai pula oleh ketekunan dalam menjalin kerjasama dengan universitas atau lembaga pendidikan dan penelitian di luar negeri serta mencari sumber-sumber pendanaan kompetitif untuk membangun kelengkapan tersebut. Dalam rangka mengunggulkan atmosfer akademik, prodi kimia bekerja keras untuk mengenal dan mempelajari sistem akreditasi dan kriteria RSC. Sejak itu, semangat untuk meraih akreditasi RSC mewarnai seluruh kebijakan, kurikulum, kegiatan akademik dan infrastruktur di prodi kimia. Kurikulum disusun untuk memenuhi target kompetensi lulusan sesuai kriteria RSC. Hasilnya antara lain peningkatan indeks prestasi lulusan, persepsi terhadap kesesuaian sistem pembelajaran dengan kriteria RSC serta pendeknya masa tunggu pekerjaan pertama setelah lulus. Sejalan dengan mengalirnya pendanaan riset internasional, tumbuh cara pandang baru terhadap daya saing internasional bagi lulusan prodi kimia. Staf pengajar makin giat melibatkan mahasiswanya dalam berbagai kerjasama pendidikan dan riset dengan universitas mitra di luar negeri. Berbekal pengalaman tersebut, cukup banyak mahasiswa yang kemudian berhasil mendapatkan posisi peneliti di berbagai universitas luar negeri. Kinerja bagus ini membuat universitas mitra terus membuka kesempatan kerjasama internasional baru, termasuk beasiswa studi lanjut bagi mahasiswa prodi kimia angkatan-angkatan selanjutnya. Hasil ini mendorong kimia untuk terus mewujudkan visinya menjadi program studi kelas dunia. Prodi kimia juga mulai membangun fasilitas jaringan komputer, sumber daya sistem administrasi jaringan, sistem seleksi, pengembangan, manajemen, dan integrasi segala aspek baik akademik maupun non-akademik untuk menghasilkan peningkatan kualitas pembelajaran yang berkesinambungan, kompetensi mahasiswa, kurikulum, kesinambungan program peningkatan kualitas sumberdaya akademik dan non akademik, serta dukungan institusional. Penataan berbagai fasilitas yang dibangun dengan berbagai sumber pendanaan, serta prosedur keamanannya ditelaah dan dipastikan kembali fungsi, efektivitas, kesehatan, keamanan, dan keselamatan kerja. Pada saat visitasi, seluruh dokumen pembelajaran, laboratorium, fasilitas komputasi dan otomasi, karya multidisiplin mahasiswa maupun dosen, serta keterlibatan alumni pada proses pembelajaran kimia, tampil semaksimal mungkin. Namun yang terpenting dalam seluruh proses ini adalah bahwa semua anggota sivitas akademika prodi kimia, mulai dari mahasiswa, staf pengajar, karyawan, pimpinan institusi dan alumni menyumbangkan upaya terbaiknya untuk meraih RSC. Antusiasme seluruh jajaran ini sangat tinggi selama visitasi berlangsung. Bagi seluruh sivitas akademika prodi kimia, ini bukanlah akhir dari pekerjaan, melainkan awal babak baru karena mengemban tanggung jawab yang sangat besar. Karena itu dukungan kader staf pengajar yang unggul, mahasiswa yang unggul dan bermotivasi tinggi serta tenaga non akademik yang kompeten adalah satu keharusan untuk memelihara dan memperkokoh akreditasi internasional. Dukungan ikatan alumni dan kerjasama industri juga menentukan arah pengembangan keilmuan prodi kimia, agar selalu visioner dan mampu mengantisipasi perkembangan dan permasalahan teknologi. Semoga prodi kimia ITB dan ITB seluruh jajarannya sukses mengemban amanah besar tersebut.(a_rohiman) |
|
Last Updated on Tuesday, 26 February 2013 08:32 |
|
Mengenal Lebih Dekat Kelompok Keilmuan di Program Sudi Kimia : KK Kimia Analitik |
|
Written by Asep Rohiman
|
|
Wednesday, 30 January 2013 03:18 |
|
There are no translations available.
 Ilustrasi :Dr.Indra Noviandri sedang memaparkan dengan penuh semangat mengenai ruang lingkup kerja, teknik, sekuensial analisis dan hirarki cara – cara analisis voltametri kepada seluruh peserta pelatihan. Kimia Analitik merupakan disiplin ilmu yang mengembangkan dan menerapkan metoda, instrument dan strategi untuk memperoleh informasi mengenai komposisi dan kondisi materi dalam ruang dan waktu. Kelompok Keilmuan Kimia Analitik yang dibentuk pada awal tahun 2006, merupakan unit yang menghimpun staf akademik yang memiliki latar belakang dan minat yang besar dalam mengembangkan keilmuan kimia analitik yang pada awalnya terhimpun dalam Unit Bidang Ilmu (UBI) kimia analitik.
Misi dari KK Kimia Analitik adalah mengembangkan keilmuan dan metode analitik serta menghasilkan peneliti handal dalam bidang kimia analitik yang mampu memberikan dampak positif pada dunia serta memberikan lingkungan yang mendukung bagi pertumbuhan kepakaran anggota. Lingkungan mendukung ditumbuhkembangkan melalui sinergi di antara masing-masing anggota, pengelola laboratorium, pakar keilmuan dan anggota kelompok keilmuan lainnya.
Dalam bidang pengajaran, anggota KK Kimia Analitik tidak saja terlibat dalam mengembangkan dan melaksanaan perkuliahan bidang kimia analitik, tetapi juga ikut membantu pelaksanaan beberapa matakuliah lain yang dilaksanakan oleh Program Studi Kimia FMIPA-ITB. Selain mata kuliah bidang kimia analitik untuk Prodi Kimia, KK Kimia Analitik juga melayani perkuliahan kimia analitik untuk beberapa prodi lain di lingkungan ITB. Usaha yang dilakukan dapat berupa penyesuaian materi kuliah agar tetap seiring dengan perkembangan keilmuan dan adopsi berbagai metoda pembelajaran. Hingga tahun 2011 telah terdapat beberapa kuliah yang menggunakan metode e-learning/blended learning dalam proses pembelajaran. Kuliah lapangan untuk matakuliah tertentu juga telah dilaksanakan sebagai usaha untuk mendekatkan mahasiswa dengan persoalan nyata yang mungkin ditemui di lapangan.
Penelitian kelompok keilmuan/keahlian kimia analitik difokuskan pada pengembangan, validasi dan penerapan “state-of-the-art” metoda analitik terintegrasi dan terautomasi serta instrumentasi untuk analisis renik dan spesiasi. Untuk kegiatan penelitian, KK Kimia Analitik telah menyusun peta jalan penelitian dengan tujuan utama pengembangan metoda analisis renik dan spesiasi. Tujuan utama ini akan dicapai melalui topik-topik penelitian yang bertumpu pada pengembangan teknik-teknik dan instrumentasi analisis seperti : teknik prakonsentrasi, flow injection analysis, metoda dan material pemisahan serta sensor kimia. Beberapa penelitian yang dilaksanakan merupakan kerja sama dengan peneliti dari kelompok keahlian lain di ITB atau perguruan tinggi lainnya. Berikut ini adalah topik-topik penelitian yang dilaksanakan oleh anggota KK Kimia Analitik yang didanai baik dari ITB maupun dari luar ITB
Dengan demikian aktifitas penelitian yang dilakukan dalam KK Kimia Analitik adalah:
“Menemukan, mengembangkan, mengotomati, mengevaluasi dan/atau mengaplikasikan suatu Sensor, divais, metode, teknik dan/atau sistem untuk Sampling, pemisahan, akumulasi, spesiasi dan/atau pengukuran konsentrasi renik dari Spesi organik (fokus:logam berbahaya) dan analit organik di Laboratorium, proses dan lapangan dengan Memanfaatkan berbagai material fungsional.”  Aktifitas ini dilakukan agar tujuan untuk :
(1). Mengembangkan keilmuan bidang kimia analitik, (2). Mempersiapkan sumber daya manusia dalam penelitian dari sarjana hingga posdoktoral dengan menekankan kreativitas, kerja sama dan aktualisasi interdisiplin yang bertumpu pada kimia analitik dan, (3). Mengembangkan dan menerapkan solusi analitik yang lebih efektif dan ekonomis dalam bidang bidang seperti lingkungan, kontrol proses dan kualitas, laboratorium analisis rutin dan penelitian yang bertumpu pada kimia analitik, dapat dicapai.
Kegiatan pengabdian kepada masyarakat umumnya bertumpu pada kepakaran yang dimiliki oleh anggota KK. Kegiatan pelatihan, khususnya pengelolaan, penggunaan dan perawatan instrument analitik merupakan kegiatan yang rutin dilakukan oleh KK baik bagi staf dari institusi/lembaga pemerintah maupun non-pemerintah. Bantuan teknis berupa kajian spesifikasi dan kualitas berbagai produk industri juga banyak diberikan oleh anggota KK. |
|
Last Updated on Wednesday, 30 January 2013 04:47 |
|
Japan Educational Seminar 2013 : Ajang Menggali Informasi Mengenai Pendidikan Tinggi di Jepang |
|
Written by Asep Rohiman
|
|
Thursday, 24 January 2013 09:08 |
|
There are no translations available.
 Ilustrasi : Dr. Yudi Darma (foto paling kiri), Profesor Kikkawa, Research Center for Nanodevioces and Systems - Hiroshima University( foto kedua dari kiri) dan Asep Rohiman.
Masyarakat Indonesia sudah menyadari bahwa salah satu ujung tombak kemajuan, baik secara individu maupun secara negara, yaitu dengan menempuh pendidikan tinggi. Hal ini tampak dari jumlah peminat dan persaingan untuk mendapat beasiswa pendidikan ke luar negeri terus mengalami kemajuan. Acara Japan Educational Seminar 2013 merupakan peluang emas bagi mereka yang bercita-cita untuk melanjutkan atau sekolah di negeri sakura. Seminar ini diselenggarakan untuk memperkenalkan program pendidikan gelar dengan bahasa pengantar di kelas yaitu menggunakan bahasa Inggris. Dalam rangka untuk menarik lebih banyak mahasiswa internasional ke Jepang, Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Olahraga, Sains dan Teknologi Jepang (MEXT) meluncurkan proyek "Global 30" dan telah memilih 13 perguruan tinggi untuk menjadi bagian dari proyek ini. Mahasiswa dapat memperoleh gelar dari universitas – universitas bergengsi di Jepang dengan mengambil program akademik yang dilakukan dalam bahasa Inggris, baik di tingkat sarjana maupun pascasarjana. Universitas ini dipilih, bertujuan untuk memembina individu – individu yang kompeten secara internasional dengan menciptakan lingkungan akademik dimana mahasiswa dari luar dan dari mahasiswa Jepang sendiri dapat saling belajar satu sama lain dan membangun ikatan atau kerjasama yang baik sehingga akan mendorong mereka ke kancah internasional. Adapun universitas-universitas yang berpartipsipasi pada program "Global 30" ini, yaitu: sebagai berikut: Universitas Tohoku, Universitas Tsukuba, Universitas Tokyo, Universitas Nagoya, Universitas Kyoto, Universitas Osaka, Universitas Kyushu, Universitas Keio, Universitas Sophia, Universitas Meiji, Universitas Waseda , Universitas Doshisha, dan Universitas Ritsumeikan. Acara seminar pendidikan ini akan diselenggarakan pada waktu dan lokasi, | WAKTU
Minggu 27 Januari, 2013 Pukul, 10:00-16:00 | LOKASI
Bandung Institut Teknologi Bandung Aula Barat ITB Jl. Ganesha 10 Bandung 40132 Indonesia | Perwakilan dari setiap perguruan tinggi akan terbuka untuk memberikan penerangan dan penjelasan dari setiap pertanyaan baik mengenai prosedur penerimaan, beasiswa, program akademik, maupun keuntungan studi di Jepang.(a_rohiman) |
|
Last Updated on Thursday, 24 January 2013 09:49 |
|
Syukuran Wisuda Oktober 2012 : “Retrochemistry” |
|
Written by Ihsan Budi Rachman
|
|
Friday, 04 January 2013 13:36 |
|
There are no translations available.
Bertempat di Grandia Resto and cafe, syukuran wisuda kimia bulan Oktober telah dilaksanakan. Wisuda kali ini berhasil meluluskan sebanyak 58 orang yang terdiri dari 41 sarjana, 9 magister (4 cum laude), 2 magister pengajaran (1 cum laude) dan 6 doktor (1 cum laude). Syukuran wisudaan (syukwis) ini, dilaksanakan pada Jum’at 19 Oktober 2012. Panitian pelaksana, kimia 2010 mengusung tema ‘Retrochemistry’, judul ini diambil dari istilah kimia organik sintesis. Selain itu, gaya retro juga pernah menjadi booming pada tahun ’80-’90-an. Bijak Riyandi Ahadito sebagai ketua pelaksana acara memberikan sambutannya dan menyampaikan ucapan terima kasih kepada para panitia yang telah membantu menyukseskan acara ini. Ketua Himpunan Amisca, Antoni Budhi Prastyo juga mengucapkan selamat atas capaian kelulusan para wisudawan ini. Dr. M. Bachri Amran, sebagai Ketua Program Studi Sarjana Kimia, juga memberi sambutan pada syukwis ini. Acara dilanjutkan dengan pemberian penghargaan poster tugas akhir terbaik. Poster terbaik pertama diraih Alip Firmansyah, terbaik kedua oleh Moh. Husen, terbaik ketiga didapatkan Florenta Maduma Panjaitan. Sedangkan poster favorit, terpilih Synthia Paramitha Bangun. Acara dilanjutkan dengan santap malam bersama sambil diselingi performance menarik yang bertema retro, penampilan kolaborasi dari dosen dan mahasiswa serta pemutaran video para wisudawan yang lulus oktober ini. Acara diakhiri dengan foto bersama wisudawan. |
|
Last Updated on Wednesday, 09 January 2013 09:09 |
|
|
|
|
|
|
Page 1 of 14 |
|
Berita ITB
Berita Kimia ITB
Related
|