Posted January 17, 2012 by organic in Berita

Mengenal Lebih Dekat Kimia dan Keprofesiannya

Written by Administrator
There are no translations available.

zj

Dalam rangka Open House Kimia (OHK), Sabtu 17 Desember 2011 telah dilaksanakan pengenalan program studi kimia kepada para mahasiswa TPB FMIPA angkatan 2011, kegiatan ini bertujuan untuk mengenalkan lebih dekat kimia dan keprofesiannya kepada para mahasiswa tingkat satu ini. Setelah mereka belajar selama satu semester di ITB, sudah mulai ada gambaran akan kemana mereka memilih jurusannya, tapi tidak tertutup kemungkinan mahasiswa tingkat satu masih bimbang dan galau dalam menentukan pilihannya, berangkat dari inilah kegiatan ini diadakan. Acara pengenalan ini dimoderatori oleh Dr. Ihsanawati.
Dr. Rukman Hertadi dari kelompok keahlian (KK) Biokimia, berkesempatan sebagai pembicara pertama menyampaikan tema-tema yang menjadi focus utama penelitian grup ini. Di Biokimia, para mahasiswa akan belajar struktur dan fungsi biomolekul, molekuler genetik, molekuler diversity, exploring and protein engineering, industrial enzyme, biofisika molekul, dan artificial photosynthesis.
KK Analitik diwakili oleh Dr. Bachri Amran, menyampaikan pentingnya analitik dalam menunjang kelompok penelitian lainnya. Begitu pentingnya, analitik ini melingkupi semua aspek kehidupan dan kematian. Dengan analitik, dapat diperoleh data informasi kimia dan mengolahnya sehingga dihasilkan data yang menunjang dalam suatu penelitian. Di analitik pula, dipelajari instrumentasi, teknologi informasi dan statistik.
Prof. Dr. I Made Arcana berkesempatan memaparkan KK Kimia Fisik dan Anorganik, dalam paparannya disampaikan focus penelitian seperti fuel cell, PMM, SOFC, advanced material (spin transition, feroelektrik, magnetoelektrik, biodegradable polimer), inhibitor korosi, kimia komputasi. Di bidang ini, dipelajari bagaimana suatu reaksi kimia dapat berlangsung atau tidak juga diteliti kereaktifannya.
KK Kimia Organik disampaikan oleh Prof. Dr. Yana Maolana Syah menyampaikan penelitian di kaka-nya yang meliputi sintesis senyawa dari mahluk hidup, penentuan
struktur molekulnya, dan menentukan sifat serta fungsi senyawa yang telah disintesis. KK kimia organic didukung berbagai fasilitas dalam penelitiannya, seperti kromatografi radial untuk pemisahan dan pemurnian, HPLC preparative, GC-MS, dan yang terbaru Nuclear Magnetic Resonance (NMR).
Selesai pemaparan, dilanjutkan sesi tanya jawab. salah satu peserta bertanya, bidang kimia apa yang banyak diapllikasikan di industry kimia dasar. Para dosenpun menjawab jangan terlalu bingung dan terpaku pada satu KK, di kimia nanti akan diberi ilmu tentang kimia dan semua ilmunya saling berhubungan dan menenunjang untuk menjawab tantangan masalah industry.
Para alumni tidak lupa ikut memaparkan aplikasi keilmuan kimia yang mereka peroleh selama kuliah di ITB ini di dunia kerja masing-masing. Talkshow ini dipandu Dr. Suryo Gandasamita yang apik membawakan suasana.Pemaparan pertama disampaikan oleh Dasrul Chaniago yang sekarang menjabat sebagai asisten deputi standardisasi dan teknik lingkungan Kementerian Lingkungan Hidup (KLH), yang juga menjadi ketua Ikatan Alumni Kimia (IAKI ITB). Disampaikan bahwa lingkungan ini terdiri air, udara dan lahan, ketiganya rawan tercemar sampah domestik, limbah, dan bahan kimia. Maka dari itulah diperlukan para ahli yang dapat menganalisis lingkungan ini, yaitu orang kimia di berbagai Balai Lingkungan Hidup di pemerintahan juga bagian AMDAL di perusahaan swasta. Sarjana kimia, untuk menjadi ahli lingkungan hanya perlu ditambahkan pengetahuan tentang peraturan, aspek hukum dan perundang-undangan di bidang lingkungan. Masalah teknisnya, telah banyak disampaikan di kelas selama perkuliahan.
Harman Subakat dari Paragon Technology and Innovation mengawali dengan quote “Pikiran itu akan jadi kata-kata, kata-kata menjadi tindakan, tindakan menjadi kebiasaan, kebiasaan menjadi karakter dan karakter itu akan jadi nasib”. Dari quote itu dapat ditarik benang merah untuk berhati-hati dalam pikiran kita, hendaknya dipikirkan untuk dapat maju dan berkembang agar pikiran kita tersugesti kea rah yang baik. Selama terjun ke dunia kerja, beliau telah menempati berbagai jabatan di bidang system, manufaktur, distribusi, infrastruktur dan lainnya. Pada dasarnya tidak ada profesi yang seratus persen kimia, maka dari itu diperlukan ilmu lain yang menunjang dalam pekerjaannya, seperti manajemen dan kepemimpinan.
Lain halnya dengan Andrianto L. Widodo dari PT Seger Agro Nusantara, yang member tips pada para mahasiswa agar bekerja keras dan bersungguh-sungguh selama kuliah. Keberadaan kita saat di kampus ini bukan suatu kebetulan, tetapi ada yang mengatur. Pentingnya menentukan tujuan dan target kita ke depan, membangun jejaring pertemanan dan menguasai bahasa asing lain selain bahasa Inggris, seperti bahasa mandarin.
Bayu Herlambang dari Chandra Asri Petrochemical menyampaikan peluang posisi para lulusan kimia yang terdapat di industri. Di bidang procurement (chemical feed stock), Manufacture (production, technical, lab, quality assurance), commercial (technical service, product development, marketing, sales). Serta dipaparkan pula pentingnya keilmuan kimia pada posisi-posisi tersebut.
Para mahasiswa bertanya tentang isu kutu loncat para alumni, tetapi hal itu terbantahkan karena banyak para lulusan kimia yang meretas karir dari bawah dan loyal pada lembaga atau perusahaannya masing-masing. -ibr-