Posted May 31, 2017 by Admin Jaringan in Berita

Kuliah Lapangan Mahasiswa Biokimia Pangan ke Pabrik Tahu Susu Lembang

Sebanyak 11 mahasiswa ITB yang mengambil matakuliah Biokimia Pangan melakukan kegiatan kuliah lapangan ke Rumah Produksi Tahu Susu Lembang pada Jumat, 19 Mei 2017. Kesebelas mahasiswa tersebut merupakan gabungan dari mahasiswa program sarjana, magister, dan doktor. Di bawah bimbingan Prof. Fida dan Dr. Yanti para mahasiswa bertugas mempelajari secara langsung proses pengolahan tahu susu dari bahan mentah menjadi produk yang siap konsumsi. Pada kunjungan kali ini, para mahasiswa didampingi Dr. Reza Adhitama dan Dr. Yanti.

Menginjak tahun ke sembilan sejak dioperasikan, Rumah Produksi Tahu Susu Lembang kini sudah menjadi salah satu rumah produksi penghasil oleh-oleh wajib bagi para pelancong yang berkunjung ke Lembang. Rumah Produksi Tahu Susu Lembang merupakan salah satu dari banyak badan usaha yang dimiliki oleh seorang konsultan entrepreneurship yang dikenal pula sebagai ‘Raja Factory Outlet’, Perry Tristianto. Rumah produksi ini beralamat di Jalan Raya Lembang Nomor 177 , Jayagiri, Lembang, Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat.

Menurut Dine, manajer Rumah Produksi Tahu Susu Lembang dalam setiap prosesnya sangat menjaga kualitas produk yang dihasilkan, sehingga setiap tahapan produksi dari bahan mentah hingga produk jadi selalu melalui kontrol yang ketat. Oleh karena itu, setiap karyawan di bagian produksi tahu susu ini direkrut berdasarkan kemampuannya dalam melakukan tahap-tahap produksi susu. Tahapan yang dimaksud adalah pembesotan, pencetakan, dan penguningan. Beberapa diantara karyawan tersebut ada yang bisa melakukan ketiganya dengan baik. Namun, poin yang penting di sini adalah kerjasama tim produksi untuk memenuhi permintaan pelanggan. Sehingga meskipun dapat dilakukan oleh satu orang, hal itu tetap dihindari untuk efektktivitas produksi.

Produksi Tahu Susu Lembang masih dilakukan manual. Hal ini dikarenakan pemiliknya bukan hanya menjual produk jadi saja, tetapi juga menawarkan proses pembuatannya. Selain itu, dengan meminimalkan penggunaan alat-alat terotomasi berarti menyerap tenaga kerja lebih banyak dan meminimalkan pengangguran.

Untuk bahan baku, Tahu Susu Lembang menggunakan kedelai impor Kanada. Alasannya adalah suplai kedelai yang relatif konstan. Padahal, menurut Dine, hasil tahu susu dari kedelai lokal jauh lebih gurih dibndingkan dengan kedelai impor tersebut karena kedelai lokal memiliki rasa manis alami yang tidak dimiliki kedelai Kanada. Ini merupakan tantangan bagi petani dan pemerintah untuk meningkatkan kuantitas panen kedelai lokal.

Terakhir, bagi para wisatawan yang ingin berkunjung ke Rumah Produksi Tahu Susu Lembang, berbagai varian tahu bisa dipilih untuk menjadi oleh-oleh. Ada tahu susu putih, tahu susu kuning, tahu mentega, dan yang paling anyar adalah tahu susu bulat yang pasti kualitasnya berbeda dengan tahu bulat pada umumnya. Di samping produk utama berupa tahu, ada produk lainnya yang tidak kalah kualitasnya yaitu susu kedelai.