Home

Menu Utama
Kelompok Keilmuan

Chemistry
Himpunan Mahasiswa AMISCA Gelar Seleksi Lomba Cerdas Tangkas Kimia di Lima Kota Besar PDF Print E-mail
Written by Administrator   
Friday, 30 September 2011 06:12
There are no translations available.

Rangkaian Chemistry for Nation (CfN) telah dimulai September ini. Lomba Cerdas Tangkas Kimia, sebagai salah satu rangkaian acara kegiatan telah memulai seleksinya pada Minggu 25 September 2011. Pada LCTK kali ini, jangkauan meliputi Jawa Barat, DKI Jakarta dan Banten. Secara jumlah, tahun ini mengalami peningkatan yang sangat signifikan, tahun lalu sekitar 30-an tim. Tahun ini, pendaftar mencapai sebanyak 87 tim, yang dibagi menjadi lima rayon, yaitu :
• Rayon Priangan Timur di SMA Al Muttaqin Tasikmalaya
• Rayon Jawa Barat Utara, di SMA Negeri 2 Cirebon
• Rayon Banten, dipusatkan di MAN Insan Cendekia Serpong
• Rayon Jakarta-Bekasi dan sekitarnya, di SMA Negeri 2 Bekasi
• Rayon Bandung Raya di Prodi Kimia ITB sendiri.
Soal seleksi dibuat pilihan berganda dan juga soal essay. Seleksi ini sendiri akan diambil 16 tim terbaik, dan juga mempertimbangkan jumlah tim per rayonnya. Hasil seleksi, akan diumumkan dua minggu setelah seleksi di web resmi kegiatan www.amisca-itb.com/cfn.
Selain LCTK untuk SMA, diselenggarakan pula kompetisi ide dan inovasi mahasiswa, seminar mengenai Green Material, Green Process, dan Green Energy, serta Pameran bertemakan Green Chemistry.

 

Last Updated on Friday, 30 September 2011 06:31
 
Workshop Real Time Polymerase Chain Reaction PDF Print E-mail
Written by Administrator   
Monday, 26 September 2011 04:02
There are no translations available.

Selama dua hari, 15 dan 16 September 2011 telah dilaksanakan Workshop Real Time Polymerase Chain Reaction (RT-PCR). Acara ini bertempat di gedung Basic Science Centre A (BSC-A) dan dibuka Dr. Rukman Hertadi, Ketua KK Biokimia yang juga merangkap sebagai koordinator penanggung jawab alat RT-PCR. Workshop ini disampaikan instruktur materi penuh dari Melinda Ramelia, S.Si. serta dibantu KK Biokimia untuk praktiknya. Materi yang disampaikan terdiri dari :
• Principles of RT-PCR meliputi prinsip dasar, alat yang digunakan dan perangkat lunak yang tersedia
• Optimalisasi RT-PCR sebagai fungsi gradient
• Penentuan efisiensi produk RT-PCR
• Pemanfaatan High Resolution Melt untuk mutasi

 Selain itu , dibahas pula analisa data / hasil dari praktik yang dilakukan termasuk permasalahan yang mungkin terjadi, serta solusi untuk permasalahan tersebut.
Metode RT-PCR telah luas digunakan dalam berbagai penelitian. Metode ini, menggunakan molekul yang berflouresensi untuk memudahkan pengamatan produk hasil PCR tiap siklus. Berbeda dengan PCR biasa, RT-PCR memungkinkan penentuan hasil perbanyakan DNA selama reaksi polimerasi. RT-PCR menggabungkan tahap perbanyakan DNA dan tahap deteksi dalam satu kali pengukuran. Kemudahan untuk digunakan, kespesifikan dan sensitivitasnya menjadikan RT-PCR, teknologi yang banyak digunakan pada berbagai bidang bioteknologi, ataupun genetika molekul.
Saat ini, instansi yang  memiliki alat RT-PCR masih belum banyak, karenanya selain memberikan pemahaman mengenai RT-PCR , baik secara teori maupun praktik, workshop ini bertujuan untuk menginformasikan ketersediaan  alat ini di laboratorium RT-PCR, BSC-A Fakultas MIPA ITB.
Workshop ini disponsori FMIPA ITB dan PT Diastika Biotekindo. Karena workshop ini tidak hanya teori, namun juga praktik langsung, maka jumlah peserta dibatasi hanya 25 orang saja. Peserta workshop tersebar dari ujung timur sampai barat Indonesia, yaitu Universitas Cendrawasih Papua, Unesa, UPI, ITB, Universitas Pakuan, LIPI, Biotrop, BATAN dan Universitas Syiah Kuala Aceh. Workshop ditutup oleh ketua kegiatan yaitu Dr. Santi Nurbaiti.

Last Updated on Monday, 26 September 2011 04:48
 
Membuka Wawasan Dengan Reseach Exchange di Rijksuniversiteit Groningen Belanda PDF Print E-mail
Written by Administrator   
Friday, 16 September 2011 02:39
There are no translations available.

“Sejauh ini, pengalaman 6 bulan di Belanda ini merupakan pengalaman paling berharga dan berkesan yang pernah saya lalui”. Itulah kesan yang tergambarkan Almendo Rafki, mahasiswa yang terdaftar di jurusan magister fast-track kimia ITB pada tahun ajaran 2010 – 2011. Diawal Juni tahun 2010, Rafki berhasil menamatkan pendidikan sarjana di Kimia ITB dan langsung mengikuti program magister jalur cepat (fast-track). Program ini memungkinkan adanya pengambilan materi S2 semasa di tahap sarjana sehingga tahap S2 dapat diselesaikan dalam waktu satu tahun.

Perjalannya menuju Belanda dimulai pertengahan Juni 2010, Rafki mengikuti sebuah tes interview (teleconference) dengan pimpinan Zernike Institute for Advance Materials, University of Groningen, Belanda. Kerjasama ini sendiri telah berlangsung sejak tahun 2007 dengan pemberian kesempatan beasiswa riset selama 6 bulan oleh Zernike Institute bagi mahasiswa FMIPA ITB. Singkat kata, Rafki beserta 5 orang teman - temannya berhasil lolos seleksi ini dan bisa melakukan riset S2 di Zernike Institut pada rentang bulan Februari – Juli 2011.

Di Zernike Institut, Rafki memilih kelompok penelitian Nanostuctured Materials and Interfaces Group yang diketuai oleh Prof. Dr. Ir Bart. J. Kooi (http://nmi.phys.rug.nl/index.php). Meskipun Rafki berlatar belakang sarjana kimia dan grup ini termasuk salah satu yang mengkaji di bidang fisika, Rafki tetap maju karena diyakinkan oleh keinginan untuk mengkaji ilmu baru. Selain itu, Rafki juga menerima informasi dari kakak kelas yang menyatakan bahwa institut ini didirikan untuk bersama – sama meneliti tentang advance materials dan bidang kajian ilmunya telah saling terintegrasi dan mendukung. Contohnya fisika-kimia, fisika-biologi, biologi-kimia, fisika-komputasi, kimia-komputasi dan ada beberapa grup yang menggunakan 3 kombinasi sekaligus untuk menghasilkan tujuan riset yang diinginkan.

Selama di Belanda, Rafki telah berhasil melakukan penelitiannya, dengan judul “Crystallization of Ge-In-Sb-Te Films”, yang mengkaji campuran logam terdeposisi untuk aplikasi pada bidang teknologi memori. Alloy ini biasa disebut dengan Phase-change materials yang dapat digunakan sebagai material untuk PRAM (Phase-change Random Access Memory). Memory cell jenis ini diproyeksikan bisa menggantikan Flash Memory (USB Stick) dalam beberapa tahun kedepan karena memiliki karakteristik dan mekanisme penyimpanan data yang lebih baik.

Prinsip kerja PRAM adalah switching dari fasa amorf (1 state) ke fasa crystalline (0 state). Dengan menggunakan swiching dari fasa crystaline ke fasa amorf dengan menggunakan energi yang tinggi dalam waktu singkat maka data dapat tersimpan, proses ini disebut Melt-Quenching. Sedangkan perubahan fasa dari amorf ke kristalin akan memungkinkan penghapusan data dari memori menggunakan medium energi dan dalam waktu yang cukup lama, proses ini disebut annealing (secara fisik yang terjadi adalah kristalisasi dari material tersebut). Proses kristalisasi alloy Ge-In-Sb-Te (Ge8In13Sb47Te32) inilah yang Rafki pelajari dalam penelitian ini menggunakan alat HRTEM (High Ressolution Transmission Electron Microscopy) dengan menggunakan in-situ heating. Setelah mempelajari proses kristalisasi ini kita bisa memperoleh data suhu kristalisasi, laju kristalisasi, waktu untuk pertumbuhan kristal, energi aktifasi untuk pertumbuhan kristal dan parameter lain yang bisa menggambarkan bagaimana proses tersebut berlangsung. Penelitian ini sendiri merupakan lanjutan dari penelitian sebelumnya menggunakan komposisi material yang berbeda. Selain menggunakan TEM, Rafki juga di training menggunakan SEM dan mikroskop optik.Teknik wet chemical etching untuk mendapatkan sampel yang baik untuk diamati di TEM juga dilakukan dalam penelitian ini.

“Kebebasan menyampaikan ide sewaktu pertemuan grup dan mengkonversinya menjadi aksi langsung di Lab adalah comfort zone bagi saya sehingga enjoy elaksanakan penelitian disana”. Akses bebas ke jurnal – jurnal internasional, pemberian fasilitas lengkap di ruangan kerja, dan peralatan lengkap membuat pengaturan rencana kerja lebih baik dan efisien.

“Saya sangat mengapresiasi program research exchange yang digagas oleh FMIPA ITB ini. Disamping dapat menyelesaikan tesis master lebih baik, mahasiswa diberikan pengalaman dan wawasan lebih tentang budaya – pola pikir masyarakat eropa. Satu hal yang paling berkesan adalah ‘Mereka lebih “blak-blakan” dalam mengutarakan pendapatnya, berbeda dengan orang Indonesia yang lebih ga tegaan’, tutup mahasiswa yang pernah menjadi ketua Himpunan Mahasiswa Kimia (HMK) AMISCA ITB periode 2009/2010 ini.
Last Updated on Friday, 16 September 2011 03:46
 
Tiga Mahasiswa Kimia Ikuti London International Youth Science Forum 2011 PDF Print E-mail
Written by Administrator   
Thursday, 22 September 2011 02:22
There are no translations available.

LIYSF adalah program yang berisi kegiatan – kegiatan untuk mengenalkan dan mengembangkan sains dan teknologi terkini dan yang sedang hangat diperbincangkan di dunia internasional bagi seluruh pelajar dari seluruh dunia mulai dari benua Asia, Australia, Eropa, Afrika, dan Amerika. Forum ini diadakan setiap tahunnya di Imperial College London, United Kingdom. Pada tahun ini, LIYSF berlangsung mulai dari 27 Juli hingga 10 Agustus 2011. Terdapat sekitar 250 pelajar dari 60 negara di seluruh dunia yang mengikuti kegiatan ini. LIYSF sendiri telah dimulai dari tahun 1959. Indonesia adalah salah satu negara yang juga berpartisipasi dalam kegiatan ini. Mahasiswa Institut Teknologi Bandung (ITB) yang berpartisipasi tahun ini sebanyak delapan mahasiswa, tiga diantaranya berasal dari Program Studi Kimia. Mereka adalah Mila Irva Sari dan Nur Akmalia Hidayati dari angkatan 2008, serta Dinda Husna angkatan 2007
Tema yang diangkat pada kegiatan LIYSF tahun 2011 ini adalah “The Science of the Seas”. Setiap peserta yang hadir mempresentasikan hasil penelitian yang telah mereka persiapkan sebelum berangkat ke London. Beberapa topik penelitian yang di presentasikan oleh mahasiswa ITB adalah : Biodiesel Production from Microalgae, Effectiveness of Water-Based Oil Spill Dispersant Which Commercially Marketed in Indonesia, Isolation of Chlorophyll and Modification of Center Ion with Co2+,  Thermohaline in Indonesia and its effects, Microbes Addition to Increase White Shrimp Productivity, Use of Microorganism to Improve Water Quality in Shrimp Farming
Selain kegiatan presentasi, masih banyak lagi kegiatan lain yang diikuti selama di sana, beberapa diantaranya adalah lecture atau demonstration dari beberapa orang Profesor yang di undang dari universitas – universitas ternama di Eropa, kunjungan riset ke beberapa departemen penelitian dan industri ternama, The Science Forum Bazaar, Optional Sightseeing Tour of London, kunjungan ke Oxford University dan Cambridge University, dan International Cabaret. Pada kegiatan International Cabaret ini, mahasiswa Indonesia menampilkan tarian tradisional yaitu “Tari Saman”. Ajang ini dijadikan juga sebagai wahana untuk memperkenalkan kebudayaan bangsa. Banyak sekali manfaat yang didapatkan dari mengikuti kegiatan ini terutama bagi mahasiswa ITB adalah bertambahnya wawasan mengenai sains dan teknologi terbaru terutama di bidang sumber daya laut, memperluas jejaring sosial, mengenal lingkungan baru dan budaya dari seluruh negara.
Last Updated on Thursday, 22 September 2011 02:50
 
CHEMISTRY FOR NATION PDF Print E-mail
Written by Administrator   
Friday, 04 March 2011 09:19
There are no translations available.

“Tidak Ada air, Tidak ada ikan”. Itulah salah satu peribahasa melayu yang berarti tidak ada negara berarti tidak ada rakyat. Kali ini peribahasa itu sudah tidak besifat kiasan lagi. Dalam kenyataannya tidak ada air, maka tidak ada media hidup jenis ikan apapun. Inilah cerminan krisis air yang akan terjadi pada tahun 2020. Bersumber dari UNESCO, dunia akan mengalami krisis air bersih. Lain halnya dengan energi air tidak mempunyai alternatif pengganti.

Kepedulian terhadap ketersediaan air bersih di masa yang akan datang ditunjukkan oleh himpunan mahasiswa kimia ITB, AMISCA melalui acara Chemistry For Nation. Dengan mengambil tema “Save Water, Save The Future”, mahasiswa kimia dari berbagai angkatan menyelenggarakan empat rangakaian acara besar, yaitu Community Development Project, Chemistry Challenge, National Seminar  dan Charity Night. Rangkaian acara ini dilaksanakan pada bulan Juli hingga November 2010.

Dalam kegiatan Community Development Project, AMISCA menginisiasi suatu proyek yang berbasis komunitas di bidang pengolahan air yang terkontaminasi besi menjadi air bersih. Proyek ini berlokasi di suatu desa di wilayah Pangalengan, desa tersebut bernama Margaluyu. Pada tahun 2009 desa ini terkena musibah gempa bumi dan hingga saat ini masih dibilang dalam proses rekontruksi. Proyek ini meliputi analisis air yang dikonsumsi dan rancangan alat penjernih air.

Acara kedua yang dilaksanakan adalah kompetisi Cerdas Tangkas bagi siswa-siswi SMA di wilayah Jawa Barat dan Banten. Selain dalam rangka kepedulian terhadap krisis air, kegiatan ini juga bertujuan untuk menarik minat siswa SMA memilih Prodi Kimia. Kompetisi ini diikuti oleh 31 regu, dengan masing-masing regu berjumlah 3 orang. Juara 1 lomba ini diraih oleh SMAN 24 Bandung, juara 2 oleh SMAN 1 Garut, juara 3 oleh SMAN 1 Ciparay dan juara harapan 1 oleh SMAN 1 Ciawi. Hadiah yang diperebutkan adalah piala diknas, piala rektor dan piala AMISCA serta uang tunai dengan total Rp. 9.500.000,-.

Selain siswa-siswi SMA, kalangan mahasiswa juga ikut diberi wawasan mengenai krisis air. Kali ini dikemas dalam suatu acara yang berbeda, yaitu Seminar Nasional dengan tema “Watervironment for Better Living”. Dalam seminar ini sebanyak 200 peserta mendapat wawasan yang cukup luas mengenai krisis air bersih di Indonesia, opini masyarakat dunia mengenai krisis air dan inovasi-inovasi paling mutakhir dalam pengolahan air. Pembicara datang dari berbagai lembaga termasuk dari departemen lingkungan hidup dan kesehatan bahkan terdapat pembicara dari negara lain.

Bertepatan dengan adanya bencana gunung merapi yang meletus pada bulan Oktober, himpunan yang telah berumur puluhan tahun ini mengadakan acara Charity Night. Acara yang dilaksanakan di suatu rumah makan ini mengundang dosen-dosen Prodi Kimia dan seluruh mahasiswa ITB. Acara penggalangan dana ini juga diramaikan oleh beberapa bintang tamu salah satunya De Galih and Folks. Malam itu terkumpul sejumlah uang Rp. 5.890.000,- dengan S$ 20 dan 1 Real. Uang ini kemudian disumbangkan untuk membantu seluruh korban merapi melalui Keluarga Mahasiswa ITB.

Chemistry For Nation sendiri merupakan salah satu bentuk realisasi program kerja himpunan mahasiswa kimia AMISCA pada periode 2010-2011. Acara ini juga dimaksudkan untuk menyambut International Year of Chemistry 2011. Pesan yang ingin disampaikan dalam acara ini sangat sederhana. Kalau bukan kita yang memulai, siapa lagi yang peduli dengan ketersediaan air di masa depan?

 

Artikel lainnya:
Obat Generik
Whitening Cream
Bedak wajah
Daging
Obat Herbal
Gorengan
Last Updated on Saturday, 05 March 2011 03:49
 
« StartPrev111213141516NextEnd »

Page 12 of 16
Indonesian (Indonesia)English (United Kingdom)

Berita ITB


Berita Kimia ITB 

July 2014
M T W T F S S
30 1 2 3 4 5 6
7 8 9 10 11 12 13
14 15 16 17 18 19 20
21 22 23 24 25 26 27
28 29 30 31 1 2 3

Related