Home

Menu Utama
Kelompok Keilmuan

Chemistry
Workshop Real Time Polymerase Chain Reaction PDF Print E-mail
Written by Administrator   
Monday, 26 September 2011 04:02
There are no translations available.

Selama dua hari, 15 dan 16 September 2011 telah dilaksanakan Workshop Real Time Polymerase Chain Reaction (RT-PCR). Acara ini bertempat di gedung Basic Science Centre A (BSC-A) dan dibuka Dr. Rukman Hertadi, Ketua KK Biokimia yang juga merangkap sebagai koordinator penanggung jawab alat RT-PCR. Workshop ini disampaikan instruktur materi penuh dari Melinda Ramelia, S.Si. serta dibantu KK Biokimia untuk praktiknya. Materi yang disampaikan terdiri dari :
• Principles of RT-PCR meliputi prinsip dasar, alat yang digunakan dan perangkat lunak yang tersedia
• Optimalisasi RT-PCR sebagai fungsi gradient
• Penentuan efisiensi produk RT-PCR
• Pemanfaatan High Resolution Melt untuk mutasi

 Selain itu , dibahas pula analisa data / hasil dari praktik yang dilakukan termasuk permasalahan yang mungkin terjadi, serta solusi untuk permasalahan tersebut.
Metode RT-PCR telah luas digunakan dalam berbagai penelitian. Metode ini, menggunakan molekul yang berflouresensi untuk memudahkan pengamatan produk hasil PCR tiap siklus. Berbeda dengan PCR biasa, RT-PCR memungkinkan penentuan hasil perbanyakan DNA selama reaksi polimerasi. RT-PCR menggabungkan tahap perbanyakan DNA dan tahap deteksi dalam satu kali pengukuran. Kemudahan untuk digunakan, kespesifikan dan sensitivitasnya menjadikan RT-PCR, teknologi yang banyak digunakan pada berbagai bidang bioteknologi, ataupun genetika molekul.
Saat ini, instansi yang  memiliki alat RT-PCR masih belum banyak, karenanya selain memberikan pemahaman mengenai RT-PCR , baik secara teori maupun praktik, workshop ini bertujuan untuk menginformasikan ketersediaan  alat ini di laboratorium RT-PCR, BSC-A Fakultas MIPA ITB.
Workshop ini disponsori FMIPA ITB dan PT Diastika Biotekindo. Karena workshop ini tidak hanya teori, namun juga praktik langsung, maka jumlah peserta dibatasi hanya 25 orang saja. Peserta workshop tersebar dari ujung timur sampai barat Indonesia, yaitu Universitas Cendrawasih Papua, Unesa, UPI, ITB, Universitas Pakuan, LIPI, Biotrop, BATAN dan Universitas Syiah Kuala Aceh. Workshop ditutup oleh ketua kegiatan yaitu Dr. Santi Nurbaiti.

Last Updated on Monday, 26 September 2011 04:48
 
Kunjungan Mahasiswa Jurusan Kimia FMIPA UNHALU PDF Print E-mail
Written by Administrator   
Friday, 04 February 2011 02:47
There are no translations available.

Bandung, 28 Januari 2011. Program Studi Kimia FMIPA ITB menerima kunjungan Mahasiswa Jurusan Kimia FMIPA Universitas Haluleo. Rombongan terdiri dari 21 orang mahasiswa angkatan 2007 dan dosen pembimbing Dr. Prima Endang Susilowati, M.Si. yang mendapatkan gelar master dan doktor dari Program Studi Kimia ITB. Kunjungan tersebut diterima Ketua Program Studi Kimia FMIPA ITB Dr. Dessy Natalia didampingi oleh Rusnadi S.Si, M.Si, dari Kelompok Keahlian Kimia Analitik.

Pada kunjungan tersebut siswa diperkenalkan profil FMIPA ITB dan dilanjutkan dengan pemaparan tentang program pendidikan dan penelitian yang diselenggarakan oleh Program Studi Kimia.  Para mahasiswa tersebut sangat berminat untuk melanjutkan studi pasca sarjana di Prodi Kimia ITB. Oleh karena itu, diskusi banyak menyangkut  program magister reguler, magister pengajaran dan doktor unggulan yang diselenggarakan oleh Prodi Kimia. Setelah diskusi, pertemuan ditutup dengan penyerahan cindera mata dari kedua belah pihak. Acara diakhiri dengan kunjungan ke beberapa laboratorium yang dipandu oleh mahasiswa dari Himpunan Amisca ITB. (Bagyo)
Last Updated on Friday, 04 February 2011 03:00
 
Kunjungan Sekolah Menengah Atas Negeri 28 Jakarta PDF Print E-mail
Written by Administrator   
Wednesday, 02 February 2011 04:27
There are no translations available.

Bandung, 17 Januari 2011, Program Studi Kimia FMIPA ITB menerima kunjungan Sekolah Menengah Atas Negeri 28 Jakarta. Rombongan terdiri atas 5 guru pendamping dan 24 siswa kelas XI IPA 5.

Maksud dan tujuan dari kunjungan tersebut adalah untuk memberikan pengalaman kepada siswa/siswi dan memperkaya pengetahuan mereka agar dapat mengaplikasikannya dalam proses belajar serta menumbuhkan minat belajar yang tinggi kepada siswa/siswi.

Kunjungan tersebut diterima Anggota Tim Humas FMIPA Dr. Deana Wahyuningrum didampingi Dr. Muhammad Ali Zulfikar Ketua Laboratorium Analitik dan salah satu Alumni Sekolah Menengah Atas Negeri 28 Jakarta yang saat ini menjadi staf pengajar di Program Studi Teknik Perminyakan Fakultas Teknik Pertambangan dan Perminyakan (FTTM) ITB.

Pada kunjungan tersebut siswa dikenalkan sekilas tentang sejarah ITB, FMIPA dan Prodi Fisika secara umum. Kemudian dilanjutkan dengan pemaparan secara khusus materi Program Studi Kimia Khususnya tentang Program Studi S1, dimulai dari saat siswa diterima di ITB, kuliah pada jenjang Tingkat Pertama Bersama, kemudian dilanjutkan dengan penjurusan dan kurikulum atau sks yang wajib diambil tiap semester serta mata kuliah pilihan. Dikenalkan juga beberapa program menarik yang antara lain program Fast Track, Degree Program dan Honors Program. Siswa dan siswi tersebut juga dikenalkan dengan beberapa alat instrumentasi yang digunakan untuk pengujian dan penelitian.

Secara khusus juga dijelaskan oleh Ketua Laboratorium Analitik yaitu bagaimana menganalisa sebuah sampel limbah atau logam dengan menggunakan peralatan AAS.

Dalam acara tersebut juga dialokasikan waktu untuk tanya jawab atas pemaparan yang disampaikan. Setelah sesi tanya jawab, acara ditutup dengan serahterima cindera mata antara Dr. Deana Wahyuningrum dan salah satu guru pendamping Sekolah Menengah Atas Negeri 28 Jakarta. Acara diakhiri dengan kunjungan ke beberapa laboratorium di Program Studi Kimia didampingi beberapa mahasiswa dari Himpunan Amisca ITB. (bagyo)

Last Updated on Wednesday, 02 February 2011 04:42
 
Tiga Mahasiswa Kimia Ikuti London International Youth Science Forum 2011 PDF Print E-mail
Written by Administrator   
Thursday, 22 September 2011 02:22
There are no translations available.

LIYSF adalah program yang berisi kegiatan – kegiatan untuk mengenalkan dan mengembangkan sains dan teknologi terkini dan yang sedang hangat diperbincangkan di dunia internasional bagi seluruh pelajar dari seluruh dunia mulai dari benua Asia, Australia, Eropa, Afrika, dan Amerika. Forum ini diadakan setiap tahunnya di Imperial College London, United Kingdom. Pada tahun ini, LIYSF berlangsung mulai dari 27 Juli hingga 10 Agustus 2011. Terdapat sekitar 250 pelajar dari 60 negara di seluruh dunia yang mengikuti kegiatan ini. LIYSF sendiri telah dimulai dari tahun 1959. Indonesia adalah salah satu negara yang juga berpartisipasi dalam kegiatan ini. Mahasiswa Institut Teknologi Bandung (ITB) yang berpartisipasi tahun ini sebanyak delapan mahasiswa, tiga diantaranya berasal dari Program Studi Kimia. Mereka adalah Mila Irva Sari dan Nur Akmalia Hidayati dari angkatan 2008, serta Dinda Husna angkatan 2007
Tema yang diangkat pada kegiatan LIYSF tahun 2011 ini adalah “The Science of the Seas”. Setiap peserta yang hadir mempresentasikan hasil penelitian yang telah mereka persiapkan sebelum berangkat ke London. Beberapa topik penelitian yang di presentasikan oleh mahasiswa ITB adalah : Biodiesel Production from Microalgae, Effectiveness of Water-Based Oil Spill Dispersant Which Commercially Marketed in Indonesia, Isolation of Chlorophyll and Modification of Center Ion with Co2+,  Thermohaline in Indonesia and its effects, Microbes Addition to Increase White Shrimp Productivity, Use of Microorganism to Improve Water Quality in Shrimp Farming
Selain kegiatan presentasi, masih banyak lagi kegiatan lain yang diikuti selama di sana, beberapa diantaranya adalah lecture atau demonstration dari beberapa orang Profesor yang di undang dari universitas – universitas ternama di Eropa, kunjungan riset ke beberapa departemen penelitian dan industri ternama, The Science Forum Bazaar, Optional Sightseeing Tour of London, kunjungan ke Oxford University dan Cambridge University, dan International Cabaret. Pada kegiatan International Cabaret ini, mahasiswa Indonesia menampilkan tarian tradisional yaitu “Tari Saman”. Ajang ini dijadikan juga sebagai wahana untuk memperkenalkan kebudayaan bangsa. Banyak sekali manfaat yang didapatkan dari mengikuti kegiatan ini terutama bagi mahasiswa ITB adalah bertambahnya wawasan mengenai sains dan teknologi terbaru terutama di bidang sumber daya laut, memperluas jejaring sosial, mengenal lingkungan baru dan budaya dari seluruh negara.
Last Updated on Thursday, 22 September 2011 02:50
 
Membuka Wawasan Dengan Reseach Exchange di Rijksuniversiteit Groningen Belanda PDF Print E-mail
Written by Administrator   
Friday, 16 September 2011 02:39
There are no translations available.

“Sejauh ini, pengalaman 6 bulan di Belanda ini merupakan pengalaman paling berharga dan berkesan yang pernah saya lalui”. Itulah kesan yang tergambarkan Almendo Rafki, mahasiswa yang terdaftar di jurusan magister fast-track kimia ITB pada tahun ajaran 2010 – 2011. Diawal Juni tahun 2010, Rafki berhasil menamatkan pendidikan sarjana di Kimia ITB dan langsung mengikuti program magister jalur cepat (fast-track). Program ini memungkinkan adanya pengambilan materi S2 semasa di tahap sarjana sehingga tahap S2 dapat diselesaikan dalam waktu satu tahun.

Perjalannya menuju Belanda dimulai pertengahan Juni 2010, Rafki mengikuti sebuah tes interview (teleconference) dengan pimpinan Zernike Institute for Advance Materials, University of Groningen, Belanda. Kerjasama ini sendiri telah berlangsung sejak tahun 2007 dengan pemberian kesempatan beasiswa riset selama 6 bulan oleh Zernike Institute bagi mahasiswa FMIPA ITB. Singkat kata, Rafki beserta 5 orang teman - temannya berhasil lolos seleksi ini dan bisa melakukan riset S2 di Zernike Institut pada rentang bulan Februari – Juli 2011.

Di Zernike Institut, Rafki memilih kelompok penelitian Nanostuctured Materials and Interfaces Group yang diketuai oleh Prof. Dr. Ir Bart. J. Kooi (http://nmi.phys.rug.nl/index.php). Meskipun Rafki berlatar belakang sarjana kimia dan grup ini termasuk salah satu yang mengkaji di bidang fisika, Rafki tetap maju karena diyakinkan oleh keinginan untuk mengkaji ilmu baru. Selain itu, Rafki juga menerima informasi dari kakak kelas yang menyatakan bahwa institut ini didirikan untuk bersama – sama meneliti tentang advance materials dan bidang kajian ilmunya telah saling terintegrasi dan mendukung. Contohnya fisika-kimia, fisika-biologi, biologi-kimia, fisika-komputasi, kimia-komputasi dan ada beberapa grup yang menggunakan 3 kombinasi sekaligus untuk menghasilkan tujuan riset yang diinginkan.

Selama di Belanda, Rafki telah berhasil melakukan penelitiannya, dengan judul “Crystallization of Ge-In-Sb-Te Films”, yang mengkaji campuran logam terdeposisi untuk aplikasi pada bidang teknologi memori. Alloy ini biasa disebut dengan Phase-change materials yang dapat digunakan sebagai material untuk PRAM (Phase-change Random Access Memory). Memory cell jenis ini diproyeksikan bisa menggantikan Flash Memory (USB Stick) dalam beberapa tahun kedepan karena memiliki karakteristik dan mekanisme penyimpanan data yang lebih baik.

Prinsip kerja PRAM adalah switching dari fasa amorf (1 state) ke fasa crystalline (0 state). Dengan menggunakan swiching dari fasa crystaline ke fasa amorf dengan menggunakan energi yang tinggi dalam waktu singkat maka data dapat tersimpan, proses ini disebut Melt-Quenching. Sedangkan perubahan fasa dari amorf ke kristalin akan memungkinkan penghapusan data dari memori menggunakan medium energi dan dalam waktu yang cukup lama, proses ini disebut annealing (secara fisik yang terjadi adalah kristalisasi dari material tersebut). Proses kristalisasi alloy Ge-In-Sb-Te (Ge8In13Sb47Te32) inilah yang Rafki pelajari dalam penelitian ini menggunakan alat HRTEM (High Ressolution Transmission Electron Microscopy) dengan menggunakan in-situ heating. Setelah mempelajari proses kristalisasi ini kita bisa memperoleh data suhu kristalisasi, laju kristalisasi, waktu untuk pertumbuhan kristal, energi aktifasi untuk pertumbuhan kristal dan parameter lain yang bisa menggambarkan bagaimana proses tersebut berlangsung. Penelitian ini sendiri merupakan lanjutan dari penelitian sebelumnya menggunakan komposisi material yang berbeda. Selain menggunakan TEM, Rafki juga di training menggunakan SEM dan mikroskop optik.Teknik wet chemical etching untuk mendapatkan sampel yang baik untuk diamati di TEM juga dilakukan dalam penelitian ini.

“Kebebasan menyampaikan ide sewaktu pertemuan grup dan mengkonversinya menjadi aksi langsung di Lab adalah comfort zone bagi saya sehingga enjoy elaksanakan penelitian disana”. Akses bebas ke jurnal – jurnal internasional, pemberian fasilitas lengkap di ruangan kerja, dan peralatan lengkap membuat pengaturan rencana kerja lebih baik dan efisien.

“Saya sangat mengapresiasi program research exchange yang digagas oleh FMIPA ITB ini. Disamping dapat menyelesaikan tesis master lebih baik, mahasiswa diberikan pengalaman dan wawasan lebih tentang budaya – pola pikir masyarakat eropa. Satu hal yang paling berkesan adalah ‘Mereka lebih “blak-blakan” dalam mengutarakan pendapatnya, berbeda dengan orang Indonesia yang lebih ga tegaan’, tutup mahasiswa yang pernah menjadi ketua Himpunan Mahasiswa Kimia (HMK) AMISCA ITB periode 2009/2010 ini.
Last Updated on Friday, 16 September 2011 03:46
 
« StartPrev1112131415NextEnd »

Page 12 of 15
Indonesian (Indonesia)English (United Kingdom)

Berita ITB


Berita Kimia ITB 

April 2014
M T W T F S S
31 1 2 3 4 5 6
7 8 9 10 11 12 13
14 15 16 17 18 19 20
21 22 23 24 25 26 27
28 29 30 1 2 3 4

Related