Home

Menu Utama
Kelompok Keilmuan
Who's Online
Kami memiliki 13 Tamu online
Login Form



Lab. Kimia Organik Bahan Alam, Kembali Datangkan Research Student
Ditulis oleh Administrator   
Selasa, 31 Juli 2012 02:23
Selama tiga bulan, 1 Mei sampai 30 Juli 2012 Laboratorium Kimia Organik Bahan Alam (KOBA) kembali mengundang minat mahasiswa luar negeri untuk melakukan riset di lab. penelitian ini. Adalah Clifford Junaidi Kutoi, mahasiswa magister tahun kedua dari jurusan Chemistry Natural Product Faculty of Applied Sciences Universiti Teknologi Mara (UiTM) yang berkesempatan penelitian di lab. KOBA ITB. Lab yang telah banyak menghasilkan publikasi internasional dan diakui dunia.  Setelah tahun sebelumnya,
seniornya dari tempat yang sama juga datang ke lab ini untuk melakukan penelitian.
Clif telah banyak mendengar Lab. KOBA ini dari pembimbingnya di UiTM, Dr. Khong Heng Yen dan menyarankannya untuk melakukan riset di ITB. Clif di lab KOBA ini melakukan isolasi senyawa kimia yang berpotensi menjadi obat dari tumbuhan Sukun (Artocarpus communis). Beberapa senyawa diantaranya dapat dimanfaatkan sebagai anti inflamasi, inhibitor catepin K pada osteoporosis, dan obat anti kanker. Dari penelitiannya di bawah bimbingan Prof. Dr. Yana Maolana Syah ini, Clif berhasil mengisolasi cukup banyak senyawa murni. Karena keterbatasan waktu, senyawa hasil isolasi ini akan diuji bioaktivitasnya di tempat asal Clif kuliah.
Selama di lab KOBA Clif mengaku banyak belajar teknik-teknik isolasi yang tidak ada di tempatnya. Kedekatan pembimbing juga dirasakan Clif sangat membantu dalam penelitiannya. Diakuinya, hampir tiap hari pembimbingnya, Prof. Yana menemuinya di lab untuk melihat kemajuan penelitian. Alat yang sangat menunjang, pengalaman dosen yang mumpuni, dan kawan lab yang bersahabat menjadikannya betah di lab, tak jarang Clif yang hobi traveling ini pulang malam, kerja weekend, bahkan menginap di lab.
Berbeda dengan di tempat lain dan lab lain di ITB sendiri, lab KOBA memiliki kegiatan rutin mingguan bernama kolokium. Pada kolokium yang dilaksanakan tiap jum’at ini, semua mahasiswa secara bergantian akan presentasi mengenai kemajuan penelitian atau studi literatur yang telah dilakukannya.
Presentasi disaksikan dan dikritisi pula oleh para rekan lab dan dosen pembimbing di lab KOBA. Clif pun pada saat kolokium, berkesempatan untuk dapat menyampaikan kemajuan penelitiannya. Di forum ini pula para pembimbing memberi masukan, ide, dan sharing knowledge-nya.
Kesan positif sangat dirasakan Clif dari para rekan se-lab. “Kawan disini banyak, pekerja keras, pantang menyerah dan teamwork best-lah”, ujarnya disela-sela akhir penelitiannya di KOBA ini. Kota Bandung yang nyaman, cuaca dan lingkungannya yang mendukung, banyak tempat refreshing menjadikannya ingin kembali datang ke Bandung. Tentu, setelah penelitiannya benar-benar selesai, ia pun akan kembali ke ITB untuk menyampaikan hasil penelitian pada pembimbingnya, Prof. Yana Maolana Syah. -ibr-

 

 
Seminar :“Nano Structured Materials”
Ditulis oleh Administrator   
Senin, 23 Juli 2012 03:12

 

Profesor Gopinathan Sankar sedang menjelaskan materi kepada mahasiswa program sarjana tingkat akhir, program magister dan program doktor kimia FMIPA ITB dengan penuh semangat. Salah satu materi yang dipresentasikan adalah mengenai nano partikel emas yang bisa digunakan sebagai katalis dan drug delivery.  Ilustrasi : Foto SEM Au Nanoparticles (sumber: Asep Rohiman,dkk. American Institute of Physics 2011). (Kimia ITB/Asep Rohiman)

Bandung, chem.itb.ac.id. 19 Juli 2012. Program Studi Kimia Institut Teknologi Bandung mengadakan seminar  mengenai Nano Materials di Ruang 2104 Gd. Kimia Lantai 1 Program Studi Kimia ITB. Seminar ini wajib dihadiri oleh mahasiswa program sarjana tingkat akhir, mahasiswa program magister dan mahasiswa program doktor kimia FMIPA ITB.

Pada sesi pertama, workshop dibuka oleh  Dr. rer.nat. Rino R. Mukti pada pukul 14.00 WIB dan dihadiri oleh 33 peserta. Seminar ini diadakan dengan tujuan untuk memperkenalkan teknologi nanomaterial kepada masyarakat kimia ITB. Selanjutnya materi mengenai nanomaterial dan beberapa aplikasinya sebagai katalis disampaikan oleh Prof. Gopinathan Sankar,  dari Department of Chemistry, University College London (UCL).

Beliau menjelaskan bahwa Nano Structured Materials telah ditemukan mempunyai beberapa aplikasi mulai dari sebagai katalis untuk aplikasi pada bidang medis hingga untuk mengontrol suatu reaksi organik . Sebagian besar material nano disusun melalui pendekatan bottom-up dengan menggunakan metode trial and error. Dalam presentasi ini, material nanoporous, logam dan material nano oksida logam juga dibahas.

Akhirnya acara yang berlangsung selama 2 jam ini ditutup pada pukul 16.00 WIB.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

LAST_UPDATED2
 
Syukuran Wisuda Juli 2012 : “The Journey of the Alchemist”
Ditulis oleh Administrator   
Senin, 16 Juli 2012 01:24
 Syukuran wisuda kali ini berbeda dengan sebelumnya yang biasa dilaksanakan di dalam kampus ITB, Sukwis sekarang bertempat di Vienna Resto and Lounge bilangan Sukajadi Bandung. Wisuda Juli 2012 berhasil meluluskan sebanyak 83 orang yang terdiri dari 50 sarjana, 30 magister, dan 3 doktor. Acara ini, dilaksanakan pada Jum’at 13 Juli 2012 dan mengusung tema ‘The Journey of the Alchemist’, berbagai pernak-pernik artistik bergaya Disney mewarnai suasana syukwis. Adapun pembawa acara ini, disajikan oleh Fanny Melisa dan Warisandi.
Dr. M. Bachri Amran, sebagai Ketua Program Studi Sarjana Kimia, memberi sambutan pada syukwis ini dan tidak lupa memberikan selamat kepada lulusan yang hari ini, mahasiswa akan dikembalikan kepada orang tua masing-masing karena telah berhasil melewati pembelajaran di Kimia. Dalam kesempatan itu diumumkan sebanyak 12 wisudawan sarjana lulus dengan predikat Cumlaude dan IPK tertinggi 3,86 sedangkan 14 dari program magister dan IPK tertinggi 3,96.
Penghargaan deanlist diberikan pada mahasiswa yang meraih indeks prestasi 3,5 dengan nilai minimal B serta pengambilan 15 sks atau lebih, yang diwakili oleh Listiana Oktavia yang juga meraih penghargaan ini 7 semester berturut-turut. Dalam kesempatan itu juga, diumumkan wisudawan yang meraih juara dalam pembuatan poster tugas akhir. Poster terbaik tingkat sarjana diraih oleh Hanhan Dianhar dan Fatiha Khairunnisa. Tingkat magister, jatuh kepada Asri Sarinastiti dan Kori N. Sedangkan magister pengajaran diraih oleh Ina D. Selain itu, diberikan pula penghargaan untuk poster terfavorit hasil pilihan pembaca. Dyah Utami Cahyaning Rahayu terpilih yang terfavorit tingkat sarjana dan Vienna  Saraswati untuk tingkat Magister. Keduanya bertugas akhir di Kimia Organik Bahan Alam.
Para perwakilan dosen tidak lupa memberikan plakat wisudawan yang diberikan per batch menurut kelompok keahliannya. Dr. Zeily Nurrachman memberikan kesan dan pesannya selama mengajar para wisudawan ini. Dilanjutkan Isriyanti Afifah yang menjadi wakil mahasiswa dalam memeberikan ucapannya. Jika tidak ada aral melintang, Isriyanti akan menjalani program Double Degree Indonesia Perancis selama satu tahun.
Acara dilanjutakan dengan foto bersama, santap malam dan penampilan dari dosen, mahasiswa dan wisudawan. Tidak lupa, pemutaran video kenang-kenangan untuk wisudawan Juli ini. Suasana haru kemudian menyelimuti syukwis ini, karena wisudawan akan berpisah dan menapaki jalur kehidupan baru baik yang berkarir ataupun meneruskan studinya. –ibr-

 

LAST_UPDATED2
 
Kunjungan Himpunan Kimia Universitas Tadulako – Palu
Ditulis oleh Administrator   
Rabu, 27 Juni 2012 01:50
Bandung, chem.itb.ac.id – Bertempat di ruang kuliah 2104, Program Studi Kimia ITB kembali mendapat kunjungan. Senin, 25 Juni 2012 kali ini, datang dari Universitas Tadulako (Untad) Palu Sulawesi Selatan.
Rombongan yang terdiri dari 45 mahasiswa dan dua orang dosen pendamping ini diterima oleh Humas Kimia, Rusnadi, M.Si. dan Himpunan Mahasiswa Kimia AMISCA. Acara dimulai dengan sambutan dari tim humas, AMISCA dan perwakilan dari rombongan Untad. Selanjutnya, Rusnadi menyampaikan beberapa hal tentang Kimia ITB seperti visi misi, sejarah, sistem pendidikan, fasilitas, program honours fast track, dan beberapa profil alumni Kimia ITB yang ternama.
Para mahasiswa sangat antusias dengan kunjungan ini, terbukti dari banyaknya pertanyaan dari mereka seperti sistem kurikulum, kuliah kerja nyata dan peluang beasiswa magister di Kimia ITB.
Safitri, salah seorang mahasiswa Untad bertanya mengenai mata kuliah pilihan dan perlakuan mahasiswa yang mengulang. Rusnadi pun menjawab, bahwa perkuliahan yang diberikan di tingkat sarjana, masih luas dan belum spesifik, mahasiswa Kimia dapat mengambil kuliah sesuai minatnya yang ada di ITB, seperti manajemen di Industri, analisis lingkungan, psikologi, bisnis dan keuangan dan lain sebagainya. Selain kuliah luar, mahasiswa kimia juga harus memilih kuliah pilihan dalam yang diselenggarakan oleh Kimia sendiri. Mengenai yang mengulang, dulu sebelum aturan studi di ITB maksimum 6 tahun cukup banyak yang memaksimalkan fasilitas ini, tetapi sejak adanya program honours-fasttrack, mahasiswa regular juga terpacu dan mahasiswa yang mengulang trennya semakin berkurang.
Kemandirian sangat ditenkankan di Kimia ini, bila mahasiswa membutuhkan tutorial, merekalah yang inisiatif mencari sendiri, baik itu teman seangkatan yang lebih mahir, atau bersama kakak tingkatnya.
Mahasiswa lain bertanya tentang kurikulum di Kimia ITB, Rusnadi pun menjawab, kurikulum senantiasa berkembang tiap lima tahun sesuai dengan pengetahuan yang dibutuhkan. Tentang bahan dan alat untuk penelitian tugas akhir, disini para mahasiswa tidak membeli sendiri, alat disediakan di gudang alat dan zat kimia dapat diminta sesuai dengan proposal penelitiannya. Mengenai Kerja Praktik, Kimia ITB melakukannya dua arah, ada mahasiswa yang mencari sendiri sesuai dengan koneksinya, atau
perusahaan yang mengontak Kimia ITB dan mencari mahasiswa untuk kerja praktik disana. Durasinya biasanya antara satu sampai tiga bulan, disesuaikan dengan kesepakatan.
Diakhir presentasinya, Rusnadi menyampaikan Kimia ITB sangat membuka tangan bila ada mahasiswa yang ingin dibantu dalam penelitiannya seperti karakterisasi senyawa tugas akhirnya. Beliau juga terbuka bila ada mahasiswa yang akan melanjutkan studi magister di Kimia ITB yang saat ini daya tampungnya cukup banyak dibanding lima tahun lalu. -ibr-

 

LAST_UPDATED2
 
JENESYS 2012, Meningkatkan Kerjasama Remaja Indonesia dan Jepang
Ditulis oleh Administrator   
Senin, 18 Juni 2012 03:38
“Perjalanan yang menggugah semangat!” Komentar itu yang keluar dari Rizky Adriansyah Ritonga, mahasiswa yang saat ini menempuh S1 di Jurusan Kimia ITB. Pada tanggal 6 Mei hingga 16 Mei 2012 lalu, Ia mengikuti program pertukaran pelajar yang diadakan oleh pemerintah Jepang bernama Japan-East Asia Network of Exchange for Students and Youths 2012 (JENESYS 2012). Program ini bermaksud untuk “memberi landasan yang kuat bagi terciptanya hubungan kerjasama yang erat di antara negara Asia melalui kegiatan pertukaran siswa dan pemuda dalam skala besar”.
Mengapa dalam skala besar? Latar belakang program ini adalah pada bulan Januari 2007, Perdana Menteri Jepang saat itu, Shinzo Abe, menyatakan bahwa Jepang berencana menyelenggarakan program kegiatan persahabatan remaja selama 5 tahun ke depan dengan mengundang sekitar 6000 orang remaja dalam setiap tahunnya, terutama remaja dari negara-negara yang ikut serta dalam pertemuan puncak para kepala negara Asia Timur (Negara-negara ASEAN, Australia, China, India, Selandia Baru, dan Korea). Berdasarkan rencana ini, pada tahun 2007 pemerintah Jepang mencanangkan “Program Jaringan Pertukaran Siswa dan Pemuda Jepang-Asia Timur Abad Ke-21 (JENESYS Programme) ”. Dalam program ini akan dilaksanakan berbagai bentuk program kegiatan persahabatan seperti mengundang remaja Asia Timur ke Jepang maupun mengirim remaja Jepang ke Asia Timur dengan bantuan dan kerjasama negara-negara maupun organisasi-organisasi terkait. Program ini diharapkan dapat memperdalam rasa saling pengertian di antara para remaja yang merupakan generasi penerus yang akan berperan penting di negara-negara peserta pertemuan puncak
para kepala negara Asia Timur tersebut di masa yang akan datang.
“Tahun 2012 merupakan tahun terakhir pelaksanaan program ini. Selama 4 tahun terakhir, sasaran program ini adalah murid-murid SMA di Indonesia. Pada tahun kelima program ini ditujukan untuk mahasiswa dan Alhamdulillah saya mendapatkan kesempatan”. ujar mahasiswa tingkat 4 yang saat ini mengemban amanah sebagai Senator HMK ‘AMISCA’ ITB periode 2012-2013 tersebut.
Persyaratan untuk mengikuti program ini cukup mudah di ITB. Persyaratan seperti pengisian form, transkrip nilai, nilai TOEFL dan penulisan esai mungkin sudah cukup lumrah dewasa ini. Namun proses ini sepenuhnya berada di bawah otoritas universitas masing-masing sehingga teman-teman dari universitas lain mungkin mengalami proses yang berbeda.
Delegasi Indonesia pada program JENESYS 2012 ini berjumlah 70 orang yang tersebar dari Provinsi Aceh hingga Nusa Tenggara Barat. Delegasi ITB sendiri berjumlah 3 orang, yaitu Rizky Adriansyah Ritonga (Kimia 2009), Verry Anggara Musriana (Fisika 2009) dan Fristy Tania (Teknik Sipil 2009).
Pada tanggal 6-7 Mei 2012, para peserta melalui proses orientasi dan cek kesehatan di Jakarta. Pada tanggal 8 Mei 2012 peserta diberangkatkan ke Tokyo. Program di Tokyo berupa kuliah umum tentang budaya Jepang, kunjungan ke Japan Ministry of Foreign Affairs(MOFA) dan kunjungan ke Museum Edo-Tokyo. Di sini dapat dilihat bahwa bagaimana penghargaan masyarakat Jepang terhadap budaya masih sangat tinggi di tengah kemajuan negaranya.
Pada tanggal 10-14 Mei 2012, 70 peserta berpisah untuk mengunjungi daerah-daerah yang berbeda di Jepang. Pembagian ini berdasarkan pada jurusan, General Arts mengunjungi daerah Chiba, Natural/Environmental Studies mengunjungi daerah Aichi dan Technology/IT mengunjungi daerah Fukuoka. Di masing-masing daerah, peserta akan melalui kuliah di universitas Jepang dan proses Homestay untuk memahami lebih dalam bagaimana kehidupan sehari-hari masyarakat Jepang. Setiap 3
orang atau 2 orang peserta akan tinggal bersama satu keluarga Jepang selama 2 hari.
“Walaupun hanya 2 hari, ikatan batin sudah terjalin sangat erat antara para peserta dan keluarga Homestay di Jepang. Kendala bahasa seakan tak ada lagi. Bahkan Okāsan (Re:sebutan untuk ibu di Jepang) saya saat Homestay mengirimkan paket dari Jepang sepulangnya saya ke Indonesia” ujar mahasiswa berkacamata tersebut.
Hari-hari terakhir para peserta dihabiskan untuk penyiapkan presentasi hasil program selama kurang lebih satu minggu.  Presentasi akan ditampilkan pada Menlu Jepang dan pejabat JICE (Japan International Cooperation Center) selaku penyelenggara dalam bentuk slide presentasi dan penampilan budaya Indonesia.
Walaupun tahun ini adalah tahun terakhir program ini, Rizky berharap program seperti ini terus diadakan agar lebih banyak lagi pemuda pemudi Indonesia yang tergugah semangatnya untuk memajukan Indonesia agar dapat melampaui Jepang.
Perkataan semangat ‘Ganbatte’ yang sering diucapkan oleh orang Jepang ternyata memiliki makna yang dalam. Negara Jepang adalah negara yang hamper tak mempunyai sumber daya alam dan sering mengalami bencana alam berupa gempa dan tsunami. Namun, keterbatasan itu tak membuat masyarakat Jepang lemah dan menyerah, justru mereka terus bersemangat dan pantang menyerah untuk mengatasi keterbatasan tersebut, sama seperti arti dari kata ‘Ganbatte’. Bagaimana dengan
Indonesia? Apakah Indonesia harus mengalami keterbatasan terlebih dahulu untuk mencapai kemajuan? Tentu saja tidak, saya percaya Indonesia bisa maju dan bahkan melampaui Jepang, jika kita berubah dan berkerja keras mulai saat ini. Ganbatte!!

 

LAST_UPDATED2
 
« MulaiSebelumnya12345678910BerikutnyaAkhir »

Halaman 6 dari 16
Indonesian (Indonesia)English (United Kingdom)

Berita ITB


Berita Kimia ITB 

July 2014
M T W T F S S
30 1 2 3 4 5 6
7 8 9 10 11 12 13
14 15 16 17 18 19 20
21 22 23 24 25 26 27
28 29 30 31 1 2 3

Related